Novel ini tidak hanya semata-mata fiksi, namun juga catatan sejarah sosial-politik dan budaya. Novel ini memuat 55% kisah nyata 20 % setengah nyata, baru sisanya fiktif.
Duhai, apakah kau akan memilih mati ketika cinta-sejatimu tidak terwujudkan? Ataukah hanya bisa memeluk lutut, menangis tersedu, bersembunyi di balik pintu seperti anak kecil tidak kebagian sebutir permen? Adalah Jim, pemuda yatim-piatu dipilih oleh Sang Penandai (penjaga dongeng-dongeng), untuk mengukir kisah melupakan sang pujaan hati, Nayla. Adalah Jim, pemuda yang jangankan memegang pedang,…